Akibat MEA

Banyak sekali dampak-dampak atau akibat dari dibentuknya MEA, baik bagi masyarakat Asean maupun negara Indonesia itu sendiri.

Pembentukan pasar tunggal ini, bisa berpengaruh terhadap sektor properti. Dan kita bisa bahkan sering melihat orang-orang asing yang berlalu lalang di lingkungan kita. Dan hal ini bisa saja membuat kita seperti berada dinegara asing, seperti bukan dirumah sendiri. Bahkan, kita akan jarang sekali melihat orang-orang pribumi di sekitar kita. Dan mungkin kita akan terganggu dengan hal tersebut.

Dampak dari arus bebas berdagang ini dapat pula menjadikan Sumber Daya di Indonesia dieksploitasi oleh perusahaan asing. Dan jika Indonesia tidak bisa menanganinya dengan baik, maka Indonesia akan mengalami kerugian. Tapi jika memang Indonesia bisa menanganinya seperti misalnya membuat ketentuan-ketentuan atau syarat-syarat barang atau jasa yang boleh masuk ke Indonesia, tentu semua itu bisa ditangani.

Namun, dengan didirikannya MEA akan ada banyak sekali jutaan lapangan kerja baru bagi masyarakat Asean. Dan mungkin saja kita bisa dengan mudah menemukan ahli dari berbagai sektor. Seperti misalnya, kita mudah mencari dokter spesialis yang dibutuhkan? atau sebagainya. Skema ini juga dapat meningkatkan kesejahteraan 600 juta orang yang hidup di Asia Tenggara.

Oleh karena itu, kita harus bisa mengantisipasinya dan bisa menghadapi MEA itu sendiri. Jangan kaget bila setiap hari bertemu orang asing alias bule. Oleh karena itu kita harus senantiasa bisa belajar beradaptasi dan bisa menghadapi situasi ini. Karena dampak-dampak dari MEA pasti ada yang positif maupun negatif.

 

 

Iklan

Masyarakat Ekonomi ASEAN

Persaingan ekonomi dan tenaga kerja semakin meningkat di akhir tahun 2015 lalu. semua itu akan mempengaruhi masyarakat tentunya dengan orang-orang yang sedang sibuk bekerja dengan sektor khusus keahliaannya.

Sepuluh tahun silam, para pemimpin Asean sepakat membentuk sebuah pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara pada akhir 2015. Hal ini dilakukan agar daya tarik asing Asean bisa menyaingi negara China dan juga India. Penanaman modal asing ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan juga kesejahteraan di ASEAN.

Pembentukan pasar tunggal ini yang biasa diistilahkan dengan Ekonomi Asean (MEA) ini nantinya memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi akan semakin ketat.

Hal ini sangat mempengaruhi Indonesia karena masyarakat ekonomi Asean tidak hanya membuka arus perdagangan barang, tetapi juga jasa seperti Dokter, Pengacara, Akutan dan sebagainya. Oleh karena itu, apakah Indonesia mampu bersaing dengan negara negara Asean yang lain?

Sejumlah pimpinan asosiasi profesi mengaku cukup optimistis bahwa tenaga kerja ahli di Indonesia cukup mampu bersaing.

Dalam mengantisipasi arus tenaga kerja asing, diberlakukan sejumlah syarat yang ditentukan antara lain kewajiban berbahasa Indonesia dan sertifikasi lembaga profesi terkait di dalam negeri. Sumber: (www.bbc.com)